Rabu, 18 Juli 2012

Mencintaimu sebatas usia


Suryatno, seorang laki-laki paruh baya tinggal di sebuah kota kecil  bersama keluarga tercintanya. Ia dan istrinya dikaruniai empat orang anak. Setelah sang istri melahirkan si bungsu, tiba-tiba kaki sang istri tak dapat digerakkan…yaah hingga menginjak bulan ke-3 akhirnya seluruh anggota tubuhnya tak dapat digerakkan, bahkan bicara…pun tak dapat. Dengan penuh kesabaran dan cinta, Suryatno membesarkan keempat anaknya dan mengurus istrinya yang tengah dalam kelumpuhan tersebut hingga 25 tahun lamanya. Dalam rentang waktu tersebut, ia memenuhi berbagai keperluan istrinya dan anak-anaknya. Pagi-pagi sebelum bekerja, ia memandikan dan menyuapi istrinya, serta menyiapkan kebutuhan keluarganya. Untungnya, kantor tempat Suryatno bekerja tidaklah jauh dari kediamannya. Ketika jam istirahat siang, ia dapat pulang terlebih dahulu untuk menyuapi istrinya makan siang. 

Kini Suryatno sudah menginjak usia 61 tahun. Anak-anaknya pun sudah tumbuh dewasa dan berkeluarga, kecuali si bungsu, ia masih duduk di bangku kuliah. Pada suatu ketika…, Suryatno berkumpul dengan seluruh anggota keluarganya. Si sulung kemudian membuka pembicaraan, “Pak, sudah saatnya Bapak bahagia, menikmati masa tua, biarlah kami yang mengurus Ibu sepenuhnya”. Dengan nada bijak, Suryatno menjawab, “biarlah Bapak saja yang mengurus Ibu”. Sambil menghela nafas panjang Suryatno melanjutkan, “dulu…Ibu begitu sabar mengurus Bapak, ia melahirkan kalian untuk membahagiakan Bapak”. Kemudian si sulung menyambung pembicaraan kembali, “sudah empat kali kami tawarkan Bapak untuk menikah lagi, kami rela, Ibu pun pasti demikian, asalkan Bapak bahagia”. Semua terdiam. Sedih. Bapak bertutur dengan penuh cinta, “mungkin Bapak akan bahagia jika menikah lagi, tapi Bapak akan lebih bahagia jika ada Ibu disamping Bapak. Bapak tidak mau kebahagiaan Bapak hanya dirasakan sendiri dan Ibu tengah menderita. Bapak ingin selamanya berada disamping Ibu”. Berderailah air mata anak-anaknya, dan terlihat tetesan lembut di sela bola mata sang Ibu. Haru. Mencintaimu sebatas usia.


-inspiring moment
Poka-2, 09.01 pm…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar