Suryatno, seorang laki-laki paruh baya tinggal di sebuah kota
kecil bersama keluarga tercintanya. Ia
dan istrinya dikaruniai empat orang anak. Setelah sang istri melahirkan si
bungsu, tiba-tiba kaki sang istri tak dapat digerakkan…yaah hingga menginjak
bulan ke-3 akhirnya seluruh anggota tubuhnya tak dapat digerakkan, bahkan
bicara…pun tak dapat. Dengan penuh kesabaran dan cinta, Suryatno membesarkan
keempat anaknya dan mengurus istrinya yang tengah dalam kelumpuhan tersebut
hingga 25 tahun lamanya. Dalam rentang waktu tersebut, ia memenuhi berbagai keperluan
istrinya dan anak-anaknya. Pagi-pagi sebelum bekerja, ia memandikan dan
menyuapi istrinya, serta menyiapkan kebutuhan keluarganya. Untungnya, kantor
tempat Suryatno bekerja tidaklah jauh dari kediamannya. Ketika jam istirahat
siang, ia dapat pulang terlebih dahulu untuk menyuapi istrinya makan siang.
Kini Suryatno sudah menginjak usia 61 tahun. Anak-anaknya pun
sudah tumbuh dewasa dan berkeluarga, kecuali si bungsu, ia masih duduk di
bangku kuliah. Pada suatu ketika…, Suryatno berkumpul dengan seluruh anggota
keluarganya. Si sulung kemudian membuka pembicaraan, “Pak, sudah saatnya Bapak bahagia,
menikmati masa tua, biarlah kami yang mengurus Ibu sepenuhnya”. Dengan nada
bijak, Suryatno menjawab, “biarlah Bapak saja yang mengurus Ibu”. Sambil
menghela nafas panjang Suryatno melanjutkan, “dulu…Ibu begitu sabar mengurus Bapak,
ia melahirkan kalian untuk membahagiakan Bapak”. Kemudian si sulung menyambung
pembicaraan kembali, “sudah empat kali kami tawarkan Bapak untuk menikah lagi,
kami rela, Ibu pun pasti demikian, asalkan Bapak bahagia”. Semua terdiam.
Sedih. Bapak bertutur dengan penuh cinta, “mungkin Bapak akan bahagia jika
menikah lagi, tapi Bapak akan lebih bahagia jika ada Ibu disamping Bapak. Bapak
tidak mau kebahagiaan Bapak hanya dirasakan sendiri dan Ibu tengah menderita. Bapak
ingin selamanya berada disamping Ibu”. Berderailah air mata anak-anaknya, dan
terlihat tetesan lembut di sela bola mata sang Ibu. Haru. Mencintaimu sebatas
usia.
-inspiring moment
Poka-2, 09.01 pm…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar