Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 April 2012

Tarbiyah Madal Hayah

Bismillah…
Ketika kita sudah berlepas diri dari hiruk pikuk amanah kampus, maka salah satu penjagaan diri adalah dengan MEMBINA. Suatu kebahagiaan di sudut hati terkecil ketika kita mencoba mengenali karakter adik-adik kita yang unik, ketika memberikan seonggok perhatian meskipun hanya dengan mengeluarkan beberapa rupiah untuk mengirimnya sebuah pesan singkat yang berisi nasihat atau mengungkapkan rasa cinta kepada mereka. Sungguh mereka begitu merindukan saat-saat itu. Maka jangan sungkan untuk terus MEMBINA. Jangan ragu dengan kapasitas diri, yakinlah bahwa Allah akan membuat kita semakin PANTAS menjadi kekasih-Nya. Terus terpalah dirimu dengan ilmu dan amal terbaik. Bertanyalah pada diri, “bagaimana kondisi spiritualitas saya kini? masihkah seperti yang dulu atau lebih baik…atau bahkan sudah tidak peduli dengan peningkatan kualitas keimanan ini?naudzubillah…”.
Tahukah antum bahwasanya jumlah halaqoh binaan almarhumah ustdz. Yoyoh Yusroh sebelum beliau berkiprah di bidang politik itu sebanyak 13 kelompok, pun berbagai organisasi sosial dan kewanitaan lainnya beliau geluti dengan sepenuh hati. Maha Suci Allah yang telah memberikan kesucian pada jiwa-jiwa yang terpanggil untuk mengemban amanah dakwah ini. Tarbiyah madal hayah…!!.

Sesungguhnya dakwah itu akan menang dengan atau tanpa kita.

“bedanya antara average performance dan peak performance adalah: average performance berorientasi pada target, sedangkan peak performance berorientasi pada misi hidup” (Charles Garfield).
Lihatlah…dan tanyalah pada diri, jalan hidup manakah yang ditempuh? Apakah akan mempersembahkan amalan BIASA-BIASA saja, ataukah akan mempersembahkan amalan TERBAIK, all out just for Allah^^.  

24 April 2012
Pojok kamar poka-2

Minggu, 09 Oktober 2011

Bait-bait Kata...


Bait-bait terpancar dari lisan yang tiada daya memilah sebuah kata. Mungkinkah sekeping hati tetap dalam ketawadhuannya? tawadhu menerima bait-bait yang senantiasa mengalir darinya, meskipun sakit terasa. Terkadang memang diri tak kuasa membelenggu bait hati yang ingin terurai melalui kata-kata, hmm...meskipun pada akhirnya tidak didapati kepuasan diri.

Sering diantara para aktivis dakwah memperdebatkan seribu satu hal -yang awalnya- bertujuan untuk memperoleh solusi. Ternyata apa yang terjadi kawan? banyak hati yang tergores oleh bait-bait kata yang keluar dari lisan kita. Memang perlu sebuah pengorbanan lebih....lebih dari sekedar....hmm yaahh, lebih dari sekedar kata yang terucap. Kata yang tidak kita sadari telah meninggalkan luka di hati. Dakwah ini membutuhkan kepribadian kita, bukan hanya lisan kita.

Tidak sedikit...kawan kita yang mundur teratur dari jamaah ini. Apa gerangan yang mendorongnya untuk bersikap tak acuh lagi? mungkinkah lisan ini yang menjadi penyebab rontoknya sebuah kepercayaan terhadap jamaah ini? Yaa... mungkin. Mungkin lisan ini sering mengeluarkan ‘teguran’ padanya tanpa kita tahu kondisi hatinya, tanpa kita tahu masalahnya, tanpa kita tahu hambatannya, tanpa kita tahu....!! kita hanya menuntut dan menuntut, begitulah.

Kelemahan-kelemahan bawaan yang ada pada diri manusia juga ada di jamaah dakwah, yaah...karena jamaah itu hanya komunitas manusia, komunitas yang membutuhkan perbaikan secara berkesinambungan, tidak lantas asal tegur dan disalahkan. Cukup sudah ia merasa lelah dalam menunaikan tugas-tugas dakwahnya, jangan sampai bait-bait kata kita memperkeruh suasana hatinya.

Kawan, mari belajar ‘lebih banyak mendengarkan’ daripada mengeluarkan beribu-ribu bait dari lisan kita dan merasa lebih unggul satu sama lain, astaghfirullah. Sebait kata yang terucap dari lisan ini akan dipertanggungjawabkan di mahkamah-Nya.



Pondok kaca-2,
8.46 PM
Kala aktivis alpa dengan lisannya dan terlalu banyak menuntut...
_Aish_

Sabtu, 01 Oktober 2011

TEKAD


Menatap gejolak yg meluap dan menghanguskan serta meluluhlantakkan dunia islam, ada yang harus dilakukan…
Menyimak kedzoliman dan penindasan yg menimpa dan mencengkram dunia islam, ada yang harus dikerjakan… 
Bukan semata merenung…kemudian meneteskan air mata…

Bukan semata menjerit atau bertakbir…namun tiada yang dilakukan...
Adalah menyiapkan diri…menjadi anak panah-anak panah yang siap dilepaskan...atau peluru-peluru yang siap ditembakkan... atau tombak-tombak yang siap dilontarkan...atau pedang-pedang yang siap diayunkan..
Menyadari keangkuhan…dan kesombongan yang mengangkangi dan menindas dunia islam...ada yang harus disiapkan..
Keikhlasan diri..,kebulatan tekad..,kekuatan jasad..,dan keteguhan materi..
Menyikapi kehancuran yang melanda dunia islam ditengah kelesuan, kelemahan dan tidur panjang umat islam...
Langkah yang dilakukan harus penuh kesungguhan... 
Bukan semata bicara panjang lebar tanpa kerja yang nyata atau semata mengungkapkan kebobrokkan…
Namun dengan penuh ragu dan kecenderungan adalah memantapkan diri bahwa selembar jadwal bukan sekedar rencana kosong...
bahwa tiap goresan pena adalah kesungguhan dengan keprihatinan...
bahwa kesabaran adalah cambuk untuk menegakkan keadilan..
Merenungi langkah yang bila harus dilakukan untuk masa depan dunia islam, ada yang harus ditegaskan..
kemantapan diri…kekuatan azzam…kemurnian asas…dan kejelasan tujuan..