Tak terasa…
Kini usiaku tak lagi “bayi kecil” yang
mendekap sayup dipangkuan sang bunda, usiaku tak lagi “kanak-kanak” yang mengeja
kebahagiaan di loteng-loteng suci, usiaku tak lagi “remaja” yang mencari makna kesejatian
diri. Tak lagi…
Tapi,
kini ku harus bertanggungjawab atas hempasan waktu yang dianugerahkan-Nya
untukku dalam mengarungi jalanan hidup sebatas usia.
Kematangan raga harus disertai
kematangan jiwa. Kematangan intelektual
harus disertai kematangan emosional. Kematangan pribadi harus disertai
kematangan sosial. Kematangan pandangan harus disertai kematangan pendengaran…
Kematangan…!!
Ya Rabb,
kugoreskan sebaris mutiara hati yang tercecer di pintu langit-Mu. Kumohonkan
agar Engkau mengaruniakan kekuatan pada raga ini yang mulai terkulai lemah
tiada daya. Aku ingin seonggok amal ditengah puing-puing usiaku bermakna di
sisi-Mu.
Sirius…
Bintang yang terlihat paling terang
dari bumi…kadang jika bintang lain tertutup awan…hanya dia yang bisa terlihat…
Aku ingin menjadi seperti Sirius…
Seburuk apapun cuaca diatas sana…dia
tetap bersinar terang…
Tapi
kata para ahli, bintang yang sangat terang itu memancarkan energi yang sangat
besar pula, sehingga memperpendek umurnya, hmmm…
Bagaimana nanti aku akan dikenang…?
Bagaimana nanti aku akan dikenang oleh
sahabatku?
Bagaimana nanti aku akan dikenang oleh
saudara-saudaraku?
Bagaimana nanti aku akan dikenang oleh
orangtuaku?
Entahlah…
Kita
tak akan pernah tahu hingga saatnya tiba…
Kawan, mari selami waktu dengan penuh
cinta…
Jangan siakan sedetikpun tanpa
memuaskan ingin-Nya…
waktu
bergulir begitu singkat, sesingkat cahaya matahari terpancar ke bumi…sesingkat
Sirius berotasi di pusarannya…sesingkat rembulan membentuk sabitnya…sesingkat
usiaku memutar roda kehidupan…
Helaan nafas yang masih tersisa,
jadikan bak permadani yang siap mengantar terbang menuju awan…
Lilin-lilin kecil pun kan bersinar
memberikan kekuatannya untuk menerangi balok empat dimensi. Dan…dipojok sejarah
akan tergores nama indahmu…
Akankah menjadi Sirius?
.
. . . .
Green house
Sekeloa, 13
Oktober 2012
Memintal
benang hikmah, kala usia di ufuk Oktober
)(Aish)(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar