Alkisah...terdamparlah
akhwat-akhwat sholeha, lutu dan imut kedalam seribu-satu kisah DKMA. Dongeng
ini dipersembahkan khusus untuk sahabat-sahabat ku yang kini jauh terpisah
ruang dan waktu (weleh...weleh...hihiyy).
Jreng..jreng...
Waktu itu...OSIS
dan segenap civitas sekolah mengadakan kegiatan di luar area belajar mengajar,
semacam camping gitu lah...sekaligus diadakannya pelantikan anggota tiap
ekstrakurikuler (ekskul). Saya lupa nama tempatnya kawan, gunung pokona mah.
Begitu berkesan. Bener deh...
Suatu malam,
segenap panitia (pengurus DKMA) mengadakan jurit malam. Para peserta calon
anggota DKMA wajib mengikuti sesi tersebut. Para peserta dibagi kedalam
beberapa kelompok kecil. Mata sayu karena kantuk terpaksa harus dibuka
lebar-lebar demi terlaksananya kegiatan ini dengan baik. Peserta menelusuri
lorong, bukit, dan lembah pegunungan di tengah malam (rada lebay bahasanya,
hehee). Kami mendatangi beberapa pos yang sudah diisi oleh panitia. Tibalah
kami di pos terakhir, pos tersebut berisi muatan simulasi pembuatan proposal.
Panitia menginstruksikan beberapa hal terkait pembuatan proposal kegiatan. Pembagian
jobdesk pun segera dilakukan. Saya (Aish) dan partner kerja (Nina) menjadi
‘para pencari dana’. Banyak sponsor (kang Uwa, kang Cecep, n lupa) yang bersedia
menyodorkan dana besar untuk kegiatan yang kami ajukan. Tapi, hff...PENIPUAN
merajalela...!!! ternyata dana yang kami peroleh adalah dana PALSU. Sehingga
kami terjebak dalam sindikat uang PALSU. Ditengah ketidaktahuan kami, tiba-tiba
seorang polisi mengejar-ngejar kami
-yang katanya- kami itu bersalah karena telah mengedarkan uang PALSU,
hahaaa.kocak. Akhirnya kami pun masuk penjara
(Aish, Nina, Echi, Ucup, dan ga tahu siapa lagi, lupa). Wakkakkkaa. Kalo
yang jadi polisinya itu siapa ya? Lupa. Kocak lah...
Setelah simulasi tersebut selesai,
kegiatan dilanjutkan dengan sholat tahajud berjamaah. Ikhwan dan akhwat
berbaris rapi dalam shaffnya masing-masing. Ditengah kekhusyu-an kami,
bayangkan...!!! hff, di pojok mesjid ada seseorang yaaang.....NGOROK.....haahhaa.
Keras pisan laahhh eta mah, sampe-sampe, saya dan teman disamping (Ayu atau
Hikma ya??lupa) pada waktu sujud itu
malah saling melirik sambil ketawa (sambil sujud loohh...). ngga kebayang.
Wakakkk. Teruuusss….pas udah salam tuh, eh...ternyata ada akhwat yang ngga ikut
salam loh, malah terus asyik dengan sujud panjangnya, daaaan ternyataaaa…. dia
TERTIDUR PULAS, hahaaa…aku langsung kebelakang ngga kuat pengen ketawa, afwan
ya ukhti^^.piss!!. kalo ikhwan mah meni asyik dengan dzikirnya, meni tararungkul
wae, membungkuk 45 derajat lah eta mah, tapi anehnya makin lama malah makin
‘tungkul’ merunduk tawadhu, sudutnya makin lancip, 60 derajat mungkin, sigana
mah sami mawon sareng akhwat, ‘TELER’ juga. haduuuhh masa-masa polos yang
paling menggemaskan.
Begitulah segores kisah lucu masa-masa
dulu...
8.06 PM
Saat ku merindumu
sahabatku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar