Minggu, 09 Oktober 2011

Bait-bait Kata...


Bait-bait terpancar dari lisan yang tiada daya memilah sebuah kata. Mungkinkah sekeping hati tetap dalam ketawadhuannya? tawadhu menerima bait-bait yang senantiasa mengalir darinya, meskipun sakit terasa. Terkadang memang diri tak kuasa membelenggu bait hati yang ingin terurai melalui kata-kata, hmm...meskipun pada akhirnya tidak didapati kepuasan diri.

Sering diantara para aktivis dakwah memperdebatkan seribu satu hal -yang awalnya- bertujuan untuk memperoleh solusi. Ternyata apa yang terjadi kawan? banyak hati yang tergores oleh bait-bait kata yang keluar dari lisan kita. Memang perlu sebuah pengorbanan lebih....lebih dari sekedar....hmm yaahh, lebih dari sekedar kata yang terucap. Kata yang tidak kita sadari telah meninggalkan luka di hati. Dakwah ini membutuhkan kepribadian kita, bukan hanya lisan kita.

Tidak sedikit...kawan kita yang mundur teratur dari jamaah ini. Apa gerangan yang mendorongnya untuk bersikap tak acuh lagi? mungkinkah lisan ini yang menjadi penyebab rontoknya sebuah kepercayaan terhadap jamaah ini? Yaa... mungkin. Mungkin lisan ini sering mengeluarkan ‘teguran’ padanya tanpa kita tahu kondisi hatinya, tanpa kita tahu masalahnya, tanpa kita tahu hambatannya, tanpa kita tahu....!! kita hanya menuntut dan menuntut, begitulah.

Kelemahan-kelemahan bawaan yang ada pada diri manusia juga ada di jamaah dakwah, yaah...karena jamaah itu hanya komunitas manusia, komunitas yang membutuhkan perbaikan secara berkesinambungan, tidak lantas asal tegur dan disalahkan. Cukup sudah ia merasa lelah dalam menunaikan tugas-tugas dakwahnya, jangan sampai bait-bait kata kita memperkeruh suasana hatinya.

Kawan, mari belajar ‘lebih banyak mendengarkan’ daripada mengeluarkan beribu-ribu bait dari lisan kita dan merasa lebih unggul satu sama lain, astaghfirullah. Sebait kata yang terucap dari lisan ini akan dipertanggungjawabkan di mahkamah-Nya.



Pondok kaca-2,
8.46 PM
Kala aktivis alpa dengan lisannya dan terlalu banyak menuntut...
_Aish_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar