Rabu, 05 Oktober 2011

Higienis = cinta

Dearest akhwat sholeha...
Mungkin semua orang tahu bahwa amanah mu sungguh menyita waktu, hingga kau tak sempatkan diri untuk menengok bagaimana kondisi tempat persinggahan mu. Tempat tidur dan selimut yang semalam setia menghangatkan lelah mu hingga lelap, kini bertebaran tidak pada tempatnya semula, bertumpuknya piring dan gelas bekas makanan beberapa hari kemarin, baju yang entah berapa lama tidak tersentuh detergen, bahkan hff...buku-buku bagai puing yang berceceran di lantai. Tapi,  Kau harus bergegas keluar pintu karena kau harus menghadiri syuro di pagi buta. Sebelumnya, kau menyadari bahwa sisa baju yang menggantung di lemari tinggal satu pasang dan jilbabmu...OMG..!! semua kotor, belum sempat dicuci. Hff...untungnya, busana hari ini terselamatkan karena ada kawan yang dengan rendah hati meminjamkannya.

Kisah diatas sering saya jumpai di lingkungan ikhwah, yaa...ikhwah. dilihat dari namanya “ikhwah” sungguh tak percaya jika kisah yang saya paparkan tadi sungguh terjadi disini, ikhwah. Label agung tersebut lantas....dirasa pas??hmm...tidak tahu, silakan menjawabnya dalam hati dengan instrospeksi diri.

“Allah mencintai keindahan, karena sesungguhnya Allah maha Indah”.
“Kebersihan sebagian dari Iman”

Kutipan ayat tersebut jelas bahwa kebersihan itu merupakan aplikasi dasar dari sebuah keimanan. Saya sangat mengapresiasi kawan yang sibuk dengan urusan dakwah, tapi...ingat, ada hal penting yang sering terlupakan yaitu kedisiplinan pada sesuatu yang dicintai oleh Allah, yaa...kebersihan adalah salah satu hal yang dicintai oleh-Nya. Meskipun dasar tapi penting, karena syarat sahnya ibadah itu ya bersih. Taharah itu pelajaran dasar seorang muslim. Orang lain <ammah> akan menilai dari kepribadian kita kawan, bukan dari mulut manis kita yang senantiasa mengeluarkan dalil-dalil dakwah.

“Cinta yang menyebabkan higienis, bukan higienis yang menyebabkan cinta”. Begitulah, kita akan lebih disiplin lagi dengan kebersihan jika kita cinta, maka cobalah mencintainya, agar.... menumpuknya agenda organisasi tidak lagi menjadi kambing hitam ketidakdisiplinan kita.

Ukhti, jika kelak Allah memilih kita untuk ditakdirkan bertemu pasangan hidup kita di dunia, maka apa yang dapat kita persembahkan untuknya? tali kasih yang agung itu menuntut kita agar lebih disiplin mengurus rumah, suami, anak, kerjaan dikantor dan hal lain yang membuat rambut kita sedikit demi sedikit meninggalkan dunia hitam ‘uban’. Kita belajar dari sekarang kawan, fight...!!.

Poka,
11.34 AM
Saat para aktivis kadang lalai dengan kedisiplinan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar