Terkadang kau berkesah tentang cerita seutas tali
persahabatan. Hubungan yang kian renggang membuat hari-hari begitu berat
dilalui. Perkara kecil menggoyah kesetiaan perkawanan ini. Tidak akan
berujung... jika masing-masing diantara kita merasa benar satu sama lain.
Disini kita butuh kesabaran dan kedewasaan dalam berinteraksi. Hmm...yah,
karena berinteraksi itu adalah sebuah amal sholih. Tidak hanya menuntut kawan
kita untuk terus memahami dan menerima sikap kita apa adanya, tapi...justru
seharusnya kita yang berusaha mengerti arti hadirnya, arti sebuah kemanisan
dalam pertengkaran kecil. Kawan...mianheyo!!. maafkan atas kehinaan ini. Sering
diri ini membuat resah hatimu dengan tingkah yang membuatmu ingin terus
mengingatkan ku. Lagi...dan lagi...
Kawan, sebenarnya ada cinta dalam rongga hati ini,
tahukah itu? Parau...jika langsung berucap. Tapi penting, agar kau mempunyai
keyakinan bahwa cinta ini hadir untuk mu. Betapa banyak sesuatu yang kau
hadiahkan untuk ku, betapa sering uluran tangan mu meringankan pundak ku,
betapa tulus sikap rendah hatimu dalam memahamiku. Mmm...betapa naif jika hati
ini masih menyimpan luka padamu. Yaa...kawan, mianheyo.
Mianhe mianheyo
Ne mari deullinayo
Dwineujeun ne gobegeul
Geuden deureul su isseulkkayo
Sarangheyo
(.....Heart string.....)
05.46 PM menjelang berbuka shaum
_Aish_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar