Sabtu, 01 Oktober 2011

Because I miss U


Lelah menunggu...
Menunggu datangnya kemanisan cengkrama bersama keluarga. Jarak kilometer menjembatani fisik kami, tapi tidak dengan hati kami. Ingin rasanya menoreh kembali potongan episode yang telah lama tidak kami ukir bersama. Saat bisikan-bisikan lirih ayah ku dalam nasihatnya, saat kami terhanyut dalam irama jenaka, saat bertukar dahsyatnya ilmu, huhh...rindu. Biarlah...biarlah semuanya terlukis dengan indahnya disini, di dalam hati ini.

Diriku yang sekarang bukan semata-mata buah karya diri sendiri, tapi ketulusan doa yang kau haturkan di sela isak tangismu di sepertiga malam. Tuturmu yang indah selalu menghiasi lansekap harianmu. Aku melihat ada segurat harapan di wajahmu tentang diriku. Harapan agar aku menjadi sosok  pribadi yang baik, pribadi yang selalu menebar manfaat, pribadi yang kelak menggoreskan tinta sejarah emas peradaban. Betapa agung. Diriku harus berikhtiar untuk memantaskan diri menjadi pribadi harapan mu. Yaa, Bismillah...

Ayah...Ibu...aku rindu. Disaat banyaknya kesulitan menghimpit, aku ingin berkesah di pundakmu. Aku rindu. Aku merasa sendiri, terasing. Izinkan...izinkan aku merindu mu.

Hati yang merindu
11.13 AM



Tidak ada komentar:

Posting Komentar