Lelah menunggu...
Menunggu datangnya kemanisan
cengkrama bersama keluarga. Jarak kilometer menjembatani fisik kami, tapi tidak
dengan hati kami. Ingin rasanya menoreh kembali potongan episode yang telah
lama tidak kami ukir bersama. Saat bisikan-bisikan lirih ayah ku dalam
nasihatnya, saat kami terhanyut dalam irama jenaka, saat bertukar dahsyatnya
ilmu, huhh...rindu. Biarlah...biarlah semuanya terlukis dengan indahnya disini,
di dalam hati ini.
Diriku yang sekarang bukan
semata-mata buah karya diri sendiri, tapi ketulusan doa yang kau haturkan di
sela isak tangismu di sepertiga malam. Tuturmu yang indah selalu menghiasi lansekap
harianmu. Aku melihat ada segurat harapan di wajahmu tentang diriku. Harapan agar
aku menjadi sosok pribadi yang baik,
pribadi yang selalu menebar manfaat, pribadi yang kelak menggoreskan tinta
sejarah emas peradaban. Betapa agung. Diriku harus berikhtiar untuk memantaskan
diri menjadi pribadi harapan mu. Yaa, Bismillah...
Ayah...Ibu...aku rindu.
Disaat banyaknya kesulitan menghimpit, aku ingin berkesah di pundakmu. Aku
rindu. Aku merasa sendiri, terasing. Izinkan...izinkan aku merindu mu.
Hati
yang merindu
11.13
AM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar