Angin
mengantarkan sebuah negeri untuk berpacu
dengan waktu yang mulai menenggelamkan sebuah diary kehidupan. Negeri Liontin
namanya. Negeri yang penuh bintang karena penduduknya berdasi kesungguhan dalam
usaha yang tiada berkesudahan. Menara kebahagiaan yang menjulang tinggi, padang
rumput yang terbentang luas, gemercik air yang melepas kepiluan, hembusan angin
sore melambai membelai mesra pucuk kerinduan. Negeri Liontin yang dirindukan…
“Assalamualaikum!”,
sapaan hangat dari seorang penguasa pulau Babel mengalir riuh mencairkan
suasana di pojok Negeri Liontin. Ia sering berkunjung ke negeri ini, karena
harus menyelesaikan bisnisnya dengan beberapa klien. Di Pulau Babel, ia
memiliki banyak aset perusahaan. Saham perusahaan yang ia miliki seluruhnya
bergerak di bidang fashion dan
kecantikan. Salah satu perusahaannya yang
terkemuka di pulau Babel adalah Martha
Tilaar Kharisma. Nama tersebut diambil dari nama puteri sulungnya. Income yang didapat dari seluruh aset
perusahaan yaitu sekitar US$ 1 million per bulan. Ia selalu menyisihkan
beberapa persen darinya untuk kegiatan-kegiatan sosial dan anak-anak. Sang
penguasa pulau Babel ini namanya Marina Kharisma, ia sering disapa Peri cantik
oleh rekan-rekan bisnisnya.
Peri
cantik ini memiliki rekan bisnis yang tersebar di seluruh penjuru negeri,
termasuk negeri Liontin. Di negeri tersebut, ia memiliki rekan bisnis yang
super keren, yang ternyata ketika dulu pernah seperguruan dengannya. Namanya
Aish Hamasah. Ia begitu perkasa namun tetap anggun dan jelita. Bahasa tubuhnya
menggambarkan ketangkasannya dalam membangun relasi bisnis. Lincah, cekatan,
teliti, teratur. Jiwa melankolisnya membawanya pada kesuksesan merancang Negeri
Liontin yang dimimpikan. Negeri Liontin selalu hangat dengan keceriaan yang ia
tebarkan sepanjang waktu. Aset perusahaannya merambah jamrud khatulistiwa. Ia
menjadi kepala Non-Eksekutif Aisha
Corporate. Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya:
High quality Healthy and Halal Food
Restaurant, di tempat ini tersedia menu makanan high class dari seluruh penjuru tanah air. Restaurant ini dinamakan
Aisha Holland Restaurant. Komposisi
menu disini memvariasikan antara rempah-rempah alami dan bahan baku yang
berkualitas tinggi, serta proses masak dan sajiannya sangat memperhatikan
kesehatan dan Halalan thoyyiban.
Disinilah
Aisha Corporate centre. Tempat ini
sering dijadikan lokasi pertemuan dengan klien bisnis, bahkan perdana menteri
luar negeri Australia berkunjung ke tempat ini sekurang-kurangnya 1 tahun sekali,
ketika Ramadhan tiba untuk berbuka puasa bersama. Aish Hamasah bisa mengenal menteri
tersebut karena ia satu almamater dengannya. Aish Hamasah menamatkan program Magister
dan Doktoralnya di UNE (University of New
England).
Aish
Hamasah beserta suaminya membangun Aisha corporate
sejak 15 tahun silam. Aisha corporate
ini bukan hanya bergerak di bidang bisnis, namun juga di bidang resort, resources and development. Salah satu kampus ternama
di negeri Liontin merupakan aset milik Aish Hamasah, yaitu University of New Aisha yang termasuk urutan 10 besar World Class University.
Seluruh
aset Aisha corporate bernilai US$ 2,4
billion. Keberlimpahan yang ia rasakan kini merupakan ujian dari-Nya. Oleh
karena itu, sebesar 2,5% atau US$ 0,06 billion dari asetnya ia sisihkan untuk
kepentingan dakwah, pendidikan, kewanitaan, anak-anak, dll.
5 unit BMW tipe Z4 sDrive 23i seharga Rp 998.0 juta ini
dihibahkan untuk kepentingan direct
selling salah satu organisasi Bulan Sabit Kuning. Agar dakwah dikalangan
elit politik lebih mudah.
-------------------------------TO
BE CONTINUED-----------------------------





Tidak ada komentar:
Posting Komentar