Rabu, 09 Mei 2012

Negeri Liontin



Angin mengantarkan sebuah negeri  untuk berpacu dengan waktu yang mulai menenggelamkan sebuah diary kehidupan. Negeri Liontin namanya. Negeri yang penuh bintang karena penduduknya berdasi kesungguhan dalam usaha yang tiada berkesudahan. Menara kebahagiaan yang menjulang tinggi, padang rumput yang terbentang luas, gemercik air yang melepas kepiluan, hembusan angin sore melambai membelai mesra pucuk kerinduan. Negeri Liontin yang dirindukan…

“Assalamualaikum!”, sapaan hangat dari seorang penguasa pulau Babel mengalir riuh mencairkan suasana di pojok Negeri Liontin. Ia sering berkunjung ke negeri ini, karena harus menyelesaikan bisnisnya dengan beberapa klien. Di Pulau Babel, ia memiliki banyak aset perusahaan. Saham perusahaan yang ia miliki seluruhnya bergerak di bidang fashion dan kecantikan. Salah satu perusahaannya yang  terkemuka di pulau Babel adalah Martha Tilaar Kharisma. Nama tersebut diambil dari nama puteri sulungnya. Income yang didapat dari seluruh aset perusahaan yaitu sekitar US$ 1 million per bulan. Ia selalu menyisihkan beberapa persen darinya untuk kegiatan-kegiatan sosial dan anak-anak. Sang penguasa pulau Babel ini namanya Marina Kharisma, ia sering disapa Peri cantik oleh rekan-rekan bisnisnya.

Peri cantik ini memiliki rekan bisnis yang tersebar di seluruh penjuru negeri, termasuk negeri Liontin. Di negeri tersebut, ia memiliki rekan bisnis yang super keren, yang ternyata ketika dulu pernah seperguruan dengannya. Namanya Aish Hamasah. Ia begitu perkasa namun tetap anggun dan jelita. Bahasa tubuhnya menggambarkan ketangkasannya dalam membangun relasi bisnis. Lincah, cekatan, teliti, teratur. Jiwa melankolisnya membawanya pada kesuksesan merancang Negeri Liontin yang dimimpikan. Negeri Liontin selalu hangat dengan keceriaan yang ia tebarkan sepanjang waktu. Aset perusahaannya merambah jamrud khatulistiwa. Ia menjadi kepala Non-Eksekutif Aisha Corporate. Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya:





High quality Healthy and Halal Food Restaurant, di tempat ini tersedia menu makanan high class dari seluruh penjuru tanah air. Restaurant ini dinamakan Aisha Holland Restaurant. Komposisi menu disini memvariasikan antara rempah-rempah alami dan bahan baku yang berkualitas tinggi, serta proses masak dan sajiannya sangat memperhatikan kesehatan dan Halalan thoyyiban.



Disinilah Aisha Corporate centre. Tempat ini sering dijadikan lokasi pertemuan dengan klien bisnis, bahkan perdana menteri luar negeri Australia berkunjung ke tempat ini sekurang-kurangnya 1 tahun sekali, ketika Ramadhan tiba untuk berbuka puasa bersama. Aish Hamasah bisa mengenal menteri tersebut karena ia satu almamater dengannya. Aish Hamasah menamatkan program Magister dan Doktoralnya di UNE (University of New England).


Aish Hamasah beserta suaminya membangun Aisha corporate sejak 15 tahun silam. Aisha corporate ini bukan hanya bergerak di bidang bisnis, namun juga di bidang resort, resources and development. Salah satu kampus ternama di negeri Liontin merupakan aset milik Aish Hamasah, yaitu University of New Aisha yang termasuk urutan 10 besar World Class University.





Seluruh aset Aisha corporate bernilai US$ 2,4 billion. Keberlimpahan yang ia rasakan kini merupakan ujian dari-Nya. Oleh karena itu, sebesar 2,5% atau US$ 0,06 billion dari asetnya ia sisihkan untuk kepentingan dakwah, pendidikan, kewanitaan, anak-anak, dll.





5 unit BMW tipe Z4 sDrive 23i seharga Rp 998.0 juta ini dihibahkan untuk kepentingan direct selling salah satu organisasi Bulan Sabit Kuning. Agar dakwah dikalangan elit politik lebih mudah.

-------------------------------TO BE CONTINUED-----------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar