Cinta?? Apa yaa…
Definisi cinta menurut Ibnu Qayyim Al-jauziyyah
dalam bukunya Taman Orang-orang Jatuh
Cinta dan Memendam Rindu, serta menurut Imam Al-Ghazali:
CINTA
o
Kasih sayang (al
mahabbah)
o
Kecenderungan jiwa pada sesuatu (al hawa)
o
Kerinduan (ash
shawab)
o
Penghambaan (at
tatayyum)
o
Kecenderungan tabiat kepada sesuatu yang
menyenangkan (al hubb)
o
Kecenderungan yang semakin kuat/rindu (al isyq)
“Sejarah adalah catatan keajaiban. Tapi CINTA adalah saat kegilaan jiwa.
Begitu kamu gila, energimu berlipat-lipat lalu membulat, mendidih bagai kawah
yang siap meledak dan membakar semua yang ada disekelilingmu. Begitu energimu
meledak, keajaiban tercipta”. (Ust. M. Anis Matta)
Pada waktu saya mentoring
pemula di SMA, materi yang disodorkan pun tentang manajemen CINTA.
Haahaaa…tidak ada habisnya kalau berbincang tentang hal itu.
Jika tengah jatuh cinta, maka mendadak jadi pujangga yang
pandai merangkai kata. Kata yang dirangkai pun sesuai dengan profesi yang
digelutinya, seperti ini:
>anak
kimia<
“Waktu ku
tulis surat ini, aku sedang menyelesaikan run-ku yang ke-22. Entahlah, kala
memandang kukus jenuh yang mengepul manja hingga terbirit malu meninggalkan
boiler, aku melihat bayangmu di sana. Bayangan syahdu, sendu yang dihiasi
dengan senyum continuous yang meneduhkan. Namun dibalik keteduhan itu terdapat
cahaya yang sanggup memancarkan berjoule-joule energi untuk menggerakkan turbin
hatiku”.
>anak
kedokteran<
“Gambaran
radiografi inginmu non visualized, harapanmu tak terdeteksi dengan USG, CTScan
kemauanmu tak bisa diinterpretasi, anganmu tak terbaca di lembaran
elektrokardiogram. Jelaskan dengan apa harus ku tegakkan diagnosa cintamu?”.
>anak
astronomi<
“Walau
jarak kita bagai matahari dan pluto saat aphelium, amplitudo gelombang hatimu
berinterferensi dengan hatiku”.
>anak
biologi<
“Lilitan
hatiku kau buka dengan enzim helikase, dan kau jaga kumparannya dengan Singel
Strand Binding protein, sehingga untai leading cintaku bereplikasi dengan
kontinyu, kemudian kau perpanjang dengan enzim DNA polymerase, dan kau ikat
erat cintaku dengan enzim ligase”.
Hahaaa…gombalan anak biologi saya buat karena
terinspirasi mata kuliah Biosel. Begitulah cinta. Gombal dirasa, tapi tak kuasa
atasnya.
“CINTA itu seperti kilat: Anda tidak dapat mengatakan
dimana akan menyambar sampai mereka
sudah turun lebih dahulu dan anda tidak sempat menghindar…” (Anonimous).
kenapa cinta?
(puisi 08.35 wib 10Nov’11)
Cinta....
Dibuai karenanya, hanyut....ke lembah telaga kehausan
Kerinduan cinta memang tak ada duanya
Membuat hati tersayat kepayahan jika cinta tak kunjung
berbalas
Pun membuat hati
terbang tinggi ke angkasa keindahan dan kemanisan jika cinta bersemayam
dengannya yang dicinta...
Cinta...
Tak ada sesuap nasi yang mengalir kedalam usus jika bukan
karenanya
Tak ada nyanyian bertema cinta jika hati tak mencinta
Tak ada keringat yang mengalir deras jika bukan karena
untuknya yang dicinta
Cukup cinta...
Cinta adalah nikmat dari Allah yang membuat
dunia menjadi tiada bertepi. Seindah indahnya cinta adalah cinta kepada
penggenggam alam semesta, kepada yang Maha Mencinta yang tiada pernah terputus
cinta-Nya, kekal cinta-Nya. Dialah Allah.
You make me feel…You make
me real…
23.12 wib
pondok kaca-2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar