Jumat, 20 April 2012

Sayap utuh

Saat menyimak kajian kang Rendi Saputra di salah satu stasiun radio islam, sebut saja mereknya MQ FM 102.7 (sekalian promosi, heee…), semangat muda saya begitu menggelora. Beliau menjelaskan bagaimana menggapai kesuksesan di usia muda -yang katanya- kesuksesan itu pada umumnya baru bisa didapat ketika usia melebihi 30 tahun. Tapi tidak dengan trik yang disodorkannya yaitu 7 modus muda mulia. Apa saja gerangan?...

Ø       > Hidup yakin
Ø       > Kenal diri
Ø       >Aksi hebat
Ø       > Jiwa tumbuh
Ø       >Jiwa emas
Ø       >Sayap utuh
Ø       >Akhir indah

Saya tidak akan membahas satu per satu dari 7 modus tersebut. Tapi saya cukup membahas SATU point saja, sesuai dengan momentum saya dan kawan-kawan yang sedang berada pada fase akhir status mahasiswa (tingkat akhir). Yup betul…, saya akan membahas point ke-2 dari urutan terakhir yaitu SAYAP UTUH. Yukk kita simak..!! cekidoooot…

jika anda mengharapkan terbang tinggi ke angkasa luas, pastikan kedua sayap anda utuh sempurna. Apa kedua sayap itu? Pertama, ridho orangtua. Kedua, ridho dan senyum pasangan anda. Yang sekarang sedang bermasalah dengan orangtua, segeralah minta maaf dan segera maafkan. Dan yang sekarang masih sendiri, segeralah jemput pasangan anda”, kang Rendi said.

Itu sekilas prolog mengenai sayap utuh. Ya, sayap utuh itu berarti sayap dikedua sisi lengan kita utuh tanpa cacat, kanan dan kiri okee sempurna. Sayap sebelah kanan dapat mengepak dengan tenang karena kita mengais ridho orangtua terhadap keputusan besar yang kita ambil untuk menjalani roda hidup ini. Sedangkan sayap sebelah kiri dapat mengepak dengan gagah karena kita pergi diiringi senyuman pasangan kita, hati tak risau ketika sayap terbang tinggi. Orangtua dan pasangan kita harus senantiasa sinergi mengisi pundi-pundi semangat ini. Doa yang dijadikan senjata ampuh pun terus mengalir deras menuju langit ketujuh karena keikhlasannya mendukung kita. Enak yaa?...eitzz, tapi jangan salah, di luar sana pasti banyak semak belukar, tebing curam nan licin, juga bebatuan yang menghimpit. Itu semua kerap kali menghampiri, karena hidup itu bukan laksana jalan tol. Nah, ketika angin menghembus kencang, maka kepakan sayap ini harus semakin kuat menerjangnya. 

“ajari kepakan sayapku tuk terbang menuju langit tinggi meraih bintang”. 

Bagaimana cara mengutuhkan sayap itu? ikhtiar dong…ikhtiar langit dan ikhtiar bumi… Ikhtiar langit kita haturkan dalam do’a, sedangkan ikhtiar bumi ya dengan mengajukan….tiitt….ke Murobbi. Hihihiiii.
Banyak yang berkata seperti ini, “saya mah nanti saja nikahnya, mau memperbaiki diri dulu”. Kalau kata seorang penulis buku SBASM, bahwa kalimat itu sangat rancu, seakan-akan dia memperbaiki diri hanya untuk menjemput pernikahan. Setelah pernikahan dilaksanakan, dia akan kembali pada kondisi semula, yaitu berada dalam kebiasaan sebelumnya. Berbeda dengan kalimat seperti ini, “Pernikahan adalah jalan yang membuat saya lebih baik”. Artinya, bahwa melalui pernikahan, setahap demi setahap akan senantiasa memperbaiki diri. Menjadi lebih dewasa dan tenang. Lebih baik dari kondisi sebelumnya ketika masih sendiri.

Jadi, siap untuk mengutuhkan kedua sayapmu? Tuliskan target-target mu untuk menggapai impianmu. Tuliskan dengan tinta TEKAD dan OPTIMISME. Faidza azzamta fatawakkal ‘alallah.


Saat “undangan biru” silih berganti berdatangan
22.28 wib
Pondok kaca-2

4 komentar:

  1. hah. aish.. aku lagi mau nulis satu per satu tu tujuh modus.. hasil training MUda Mulia angk 1 plus plus hasil kajian bareng kg rendy tiap hr jumat sore..

    BalasHapus
  2. iyee daah muridnya kang Rendi maah...percaya dah gw

    BalasHapus
  3. hahaha..teteh2 ini postingan nye sayap utuh..
    cie, #uhuk..
    undangannya..
    semakin panas..pada kejar ramadhan yah..byk undangan bertebaran..
    ups..hehe

    BalasHapus
  4. butuh kekuatan doa niih Mit...sampai 'arsy, heheuuu...

    BalasHapus