Saat menyimak kajian kang Rendi
Saputra di salah satu stasiun radio islam, sebut saja mereknya MQ FM 102.7
(sekalian promosi, heee…), semangat muda saya begitu menggelora. Beliau
menjelaskan bagaimana menggapai kesuksesan di usia muda -yang katanya- kesuksesan itu pada umumnya baru bisa didapat ketika
usia melebihi 30 tahun. Tapi tidak dengan trik yang disodorkannya yaitu 7 modus
muda mulia. Apa saja gerangan?...
Ø > Hidup
yakin
Ø > Kenal
diri
Ø >Aksi
hebat
Ø > Jiwa
tumbuh
Ø >Jiwa emas
Ø >Sayap
utuh
Ø >Akhir
indah
Saya tidak akan membahas satu per
satu dari 7 modus tersebut. Tapi saya cukup membahas SATU point saja, sesuai
dengan momentum saya dan kawan-kawan yang sedang berada pada fase akhir status
mahasiswa (tingkat akhir). Yup betul…, saya akan membahas point ke-2 dari urutan
terakhir yaitu SAYAP UTUH. Yukk kita simak..!! cekidoooot…
“jika anda mengharapkan
terbang tinggi ke angkasa luas, pastikan kedua sayap anda utuh sempurna. Apa kedua sayap itu? Pertama, ridho orangtua. Kedua, ridho dan senyum
pasangan
anda. Yang sekarang sedang bermasalah dengan orangtua, segeralah minta maaf dan segera maafkan. Dan yang
sekarang masih sendiri, segeralah jemput pasangan anda”, kang Rendi said.
Itu sekilas prolog mengenai sayap
utuh. Ya, sayap utuh itu berarti sayap dikedua sisi lengan kita utuh tanpa
cacat, kanan dan kiri okee sempurna. Sayap sebelah kanan dapat mengepak dengan
tenang karena kita mengais ridho orangtua terhadap keputusan besar yang kita
ambil untuk menjalani roda hidup ini. Sedangkan sayap sebelah kiri dapat
mengepak dengan gagah karena kita pergi diiringi senyuman pasangan kita, hati
tak risau ketika sayap terbang tinggi. Orangtua dan pasangan kita harus
senantiasa sinergi mengisi pundi-pundi semangat ini. Doa yang dijadikan senjata
ampuh pun terus mengalir deras menuju langit ketujuh karena keikhlasannya
mendukung kita. Enak yaa?...eitzz, tapi jangan salah, di luar sana pasti banyak
semak belukar, tebing curam nan licin, juga bebatuan yang menghimpit. Itu semua
kerap kali menghampiri, karena hidup itu bukan laksana jalan tol. Nah, ketika
angin menghembus kencang, maka kepakan sayap ini harus semakin kuat menerjangnya.
“ajari kepakan sayapku tuk
terbang menuju langit tinggi meraih bintang”.
Bagaimana cara mengutuhkan sayap
itu? ikhtiar dong…ikhtiar langit dan ikhtiar bumi… Ikhtiar langit kita haturkan
dalam do’a, sedangkan ikhtiar bumi ya dengan mengajukan….tiitt….ke Murobbi.
Hihihiiii.
Banyak yang berkata seperti ini,
“saya mah nanti saja nikahnya, mau memperbaiki diri dulu”. Kalau kata seorang
penulis buku SBASM, bahwa kalimat itu sangat rancu, seakan-akan dia memperbaiki
diri hanya untuk menjemput pernikahan. Setelah pernikahan dilaksanakan, dia
akan kembali pada kondisi semula, yaitu berada dalam kebiasaan sebelumnya.
Berbeda dengan kalimat seperti ini, “Pernikahan adalah jalan yang membuat saya
lebih baik”. Artinya, bahwa melalui pernikahan, setahap demi setahap akan
senantiasa memperbaiki diri. Menjadi lebih dewasa dan tenang. Lebih baik dari
kondisi sebelumnya ketika masih sendiri.
Jadi, siap untuk mengutuhkan
kedua sayapmu? Tuliskan target-target mu untuk menggapai impianmu. Tuliskan
dengan tinta TEKAD dan OPTIMISME. Faidza
azzamta fatawakkal ‘alallah.
Saat “undangan biru” silih berganti berdatangan
22.28 wib
Pondok kaca-2

hah. aish.. aku lagi mau nulis satu per satu tu tujuh modus.. hasil training MUda Mulia angk 1 plus plus hasil kajian bareng kg rendy tiap hr jumat sore..
BalasHapusiyee daah muridnya kang Rendi maah...percaya dah gw
BalasHapushahaha..teteh2 ini postingan nye sayap utuh..
BalasHapuscie, #uhuk..
undangannya..
semakin panas..pada kejar ramadhan yah..byk undangan bertebaran..
ups..hehe
butuh kekuatan doa niih Mit...sampai 'arsy, heheuuu...
BalasHapus