Sabtu, 01 Oktober 2011

Terkadang Asing...


Pagi itu... mendung. Bukan langit yang mendung, tapi hati. Semua seolah tak seperti biasanya. Tidak ada “canda”, tidak ada “tawa”, bahkan “sapa” pun hilang entah kemana. Hati riuh bergemuruh menyimpan sejuta tanya, “kenapa hal ini kerap kali terjadi?”. Agenda harian pun berlalu begitu saja tanpa menggores makna, sungguh...hati ini terasa asing. Asing dengan kawan, asing dengan rutinitas, asing dengan diri sendiri. “Harus menyalahkan siapa?”, tangis pun membuncah dari pelupuk mata, semakin tidak karuan. Apakah ikhtiar dakwah ini belum cukup untuk mengenalkan siapa diri ini? Ada yang salah, ya...ada yang salah. Mungkin dakwah ini belum menyentuh lapisan terdalam hati orang-orang di sekeliling kita, sehingga diri ini terasa asing. Asing dengan keadaan. Tapi bagaimana dengan sabda Rasulullah dalam Hadits Bukhori yang menyatakan, “Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing...” ?. Bukankah seorang penerus estafet risalah itu akan termasuk kedalam golongan minoritas? dan yang minoritas itu adalah asing, yaa...asing. Begitulah kawan, asingnya kita itu disebabkan oleh apa? apakah asingnya kita termasuk dalam sabda Rasulullah? ataukah karena seonggok ikhtiar dakwah yang jauh dari semestinya?...

Di lain hari, langit hati begitu cerah. Jalan tegap penuh asa dan percaya diri. Bersua dengan kawan, rutinitas, dan diri sendiri, semuanya terasa menyenangkan. Ada sesuatu pada diri yang membuat sekeliling sesuai dengan harapan. Senyum simetris menjadi penghias hari-hari. Kesibukan menunaikan tugas-tugas dakwah terasa begitu ringan. Diri ini merasa dekat dengan kawan-kawan sekitar, bahkan yang hedonis sekalipun. Tidak asing sama sekali. Jika mendapati beberapa kesulitan, banyak kawan yang mengulurkan tangannya untuk membantu. Hmmm...Alhamdulillah. Inilah sifat Rahim-Nya yang luar biasa, karena sayang-Nya lah membuat semuanya mudah. Hati pun jernih dan penuh ketenangan.

Itulah sekelumit kisah yang mungkin pernah dirasakan. Kejadian-kejadian yang berlalu depan mata kita adalah sebongkah wujud kedekatan kita dengan Allah Azza wajalla. Jika hubungan kita dengan Allah itu baik, maka baik pula hubungan kita dengan sekeliling kita. Sebaliknya, jika hubungan kita dengan Allah itu renggang, maka akan renggang pula hubungan kita dengan sekeliling kita. Begitulah...



09.58 WIB
Curahan di pagi yang mendung, astaghfirullah...
_Aish_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar