Pagi itu... mendung. Bukan langit yang
mendung, tapi hati. Semua seolah tak seperti biasanya. Tidak ada “canda”, tidak
ada “tawa”, bahkan “sapa” pun hilang entah kemana. Hati riuh bergemuruh
menyimpan sejuta tanya, “kenapa hal ini kerap kali terjadi?”. Agenda harian pun
berlalu begitu saja tanpa menggores makna, sungguh...hati ini terasa asing.
Asing dengan kawan, asing dengan rutinitas, asing dengan diri sendiri. “Harus
menyalahkan siapa?”, tangis pun membuncah dari pelupuk mata, semakin tidak
karuan. Apakah ikhtiar dakwah ini belum cukup untuk mengenalkan siapa diri ini?
Ada yang salah, ya...ada yang salah. Mungkin dakwah ini belum menyentuh lapisan
terdalam hati orang-orang di sekeliling kita, sehingga diri ini terasa asing. Asing
dengan keadaan. Tapi bagaimana dengan sabda Rasulullah dalam Hadits Bukhori
yang menyatakan, “Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing...” ?. Bukankah seorang penerus estafet risalah itu akan
termasuk kedalam golongan minoritas? dan yang minoritas itu adalah asing,
yaa...asing. Begitulah kawan, asingnya kita itu disebabkan oleh apa? apakah
asingnya kita termasuk dalam sabda Rasulullah? ataukah karena seonggok ikhtiar
dakwah yang jauh dari semestinya?...
Di lain hari, langit hati begitu cerah. Jalan
tegap penuh asa dan percaya diri. Bersua dengan kawan, rutinitas, dan diri
sendiri, semuanya terasa menyenangkan. Ada sesuatu pada diri yang membuat
sekeliling sesuai dengan harapan. Senyum simetris menjadi penghias hari-hari. Kesibukan
menunaikan tugas-tugas dakwah terasa begitu ringan. Diri ini merasa dekat
dengan kawan-kawan sekitar, bahkan yang hedonis sekalipun. Tidak asing sama
sekali. Jika mendapati beberapa kesulitan, banyak kawan yang mengulurkan
tangannya untuk membantu. Hmmm...Alhamdulillah. Inilah sifat Rahim-Nya yang luar
biasa, karena sayang-Nya lah membuat semuanya mudah. Hati pun jernih dan penuh
ketenangan.
Itulah sekelumit kisah yang mungkin pernah
dirasakan. Kejadian-kejadian yang berlalu depan mata kita adalah sebongkah
wujud kedekatan kita dengan Allah Azza wajalla. Jika hubungan kita dengan Allah
itu baik, maka baik pula hubungan kita dengan sekeliling kita. Sebaliknya, jika
hubungan kita dengan Allah itu renggang, maka akan renggang pula hubungan kita
dengan sekeliling kita. Begitulah...
09.58 WIB
Curahan di pagi yang mendung, astaghfirullah...
_Aish_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar